Friday, March 30, 2007

Siang itu di Duku Atas

Para perempuan itu lari ketakutan. Saat gerombolan berpakaian putih-putih

melempari bus yang mereka tumpangi.

Tanpa ampun, mereka mengejar, melempari anggota Papernas.

Beberapa orang juga membawa kayu, siap memukul

Hujan batu mengenai kepala sejumlah anggota Perpernas

Putih yang melambangkan kedamaian berubah menjadi monster yang

mengatasnamakan agama

Apa yang salah dengan berideologi kiri?

toh mereka tidak memakan uang rakyat, juga tidak memakai rekening negara

Mereka dituduh mengusung komunisme bentuk baru

Jika komunisme mewakili sikap keji, seperti film drama G30S-PKI,

Lantas mana yang sebenarnya komunis?

Apakah melempari orang dengan batu,

memukuli orang dengan kayu hingga berdarah-darah

gambaran orang beragama?

Jika komunisme dianggap menolak agama dan eksistensi Tuhan

Apakah agama yang tercantum di KTP mereka, membolehkan

melempari orang-orang yang hanya memilih kitab sosialisme

Saat zaman bergerak meninggalkan feodalisme

Saat pendidikan bukan lagi miliki keluarga raja

Saat orang-orang makin pintar

Kenapa masih saja, manusia seperti hidup tanpa aturan?

Jadi siapa sebenarnya yang tidak bertuhan?

Komunisme atau orang berpakaian putih-putih itu?

(SCBD, 29 Maret 2007)

1 comments:

nie said...

pantes sekarang banyak orang memilih agnostik, ya?

dan memang perlu ya di KTP dicantumkan agama? apa relevansinya? kebertuhanan itu adalah relasi yang sangat pribadi antara manusia dengan Tuhan-nya, dan negara (ataupun manusia lain) tidak berhak mengaturnya.

Terlebih lagi, setiap insan memahami Tuhan-nya dengan cara yang berbeda-beda.

Kenapa orang-orang lebih menekankan diri pada ritual dan manuskrip, tetapi tidak bisa menyadari esensi beragama itu sendiri, sesuatu yang universal dan melampaui segala batasan: compassion.

kasih sayang.