Friday, March 30, 2007

Surat Untuk Ahmadinejad

Kepada Yth.
Pak Ahmadinejad
Di Teheran
IRAN
Jakarta, 31 Maret 2007
Assalamu'alaykum wr.wb.

Bagaimana kabar Pak Ahmadi? Mudah-mudahan tetap dalam keadaan sehat
seperti yang nampak di televisi. Tentara-tentara Anda sangat hebat ya, berani
menahan pelaut-pelaut Inggris. Di negara kami sendiri, para pedagang saja dilarang berjualan
saat musuh Anda, Bush datang ke negara kami. Jadi jangan heran Pak, kalo negara kami
juga menyetujui resolusi PBB.

Saya hanya ingin bertanya soal makna persahabatan buat Anda.
Bagaimana rasanya jika Anda punya seorang sahabat, tetapi sahabat Anda juga
bersahabat dengan musuh bebuyutan Anda?
Lantas, bagaimana rasanya jika sahabat anda menghianti Anda?

Pak Ahmadi yang pemberani. Punyakah Anda rasa takut?
Takut kah Anda jika pesawat-pesawat jet Amerika menyerang negara Anda?
Takut kah Anda jika rudal-rudal Amerika dan sekutu menghujani negara Anda?
Soal ekonomi bagaimana? Anda tidak takut rakyat Anda kelaparan, karena
negara Anda di Blokade?

Kalau ternyata Anda tidak takut sedikitpun. Bersediakah Anda
membagi sedikit keberanian itu? Tidak perlu sebanyak yang Anda miliki
cukup untuk berani menolak resolusi PBB saja.

Pak, kapan ke negara saya lagi? jangan-jangan sudah malas ya datang kesini
Tapi percayalah, yang menghianti Anda cuma beberapa orang disini.
Puluhan juta orang disini mendukung Anda punya senjata nuklir.
Masak cuma yang direstui Amerika saja yang boleh punya nuklir?

Padahal, agar dunia ini aman, seharusnya setiap negara punya senjata nuklir ya?
atau sekalian tidak satupun negara yang boleh punya nuklir. Bukan begitu Pak?

Sekian dulu ya Pak. Selamat berjuang.
Selamat telah menjadi pemimpin bangsa yang besar dan punya harga diri dan prinsip.
Ditunggu ya kiriman keberaniannya



A. Muhyiddin
Orang Indonesia

Siang itu di Duku Atas

Para perempuan itu lari ketakutan. Saat gerombolan berpakaian putih-putih

melempari bus yang mereka tumpangi.

Tanpa ampun, mereka mengejar, melempari anggota Papernas.

Beberapa orang juga membawa kayu, siap memukul

Hujan batu mengenai kepala sejumlah anggota Perpernas

Putih yang melambangkan kedamaian berubah menjadi monster yang

mengatasnamakan agama

Apa yang salah dengan berideologi kiri?

toh mereka tidak memakan uang rakyat, juga tidak memakai rekening negara

Mereka dituduh mengusung komunisme bentuk baru

Jika komunisme mewakili sikap keji, seperti film drama G30S-PKI,

Lantas mana yang sebenarnya komunis?

Apakah melempari orang dengan batu,

memukuli orang dengan kayu hingga berdarah-darah

gambaran orang beragama?

Jika komunisme dianggap menolak agama dan eksistensi Tuhan

Apakah agama yang tercantum di KTP mereka, membolehkan

melempari orang-orang yang hanya memilih kitab sosialisme

Saat zaman bergerak meninggalkan feodalisme

Saat pendidikan bukan lagi miliki keluarga raja

Saat orang-orang makin pintar

Kenapa masih saja, manusia seperti hidup tanpa aturan?

Jadi siapa sebenarnya yang tidak bertuhan?

Komunisme atau orang berpakaian putih-putih itu?

(SCBD, 29 Maret 2007)

Saturday, March 24, 2007

DPR tidak mau kalah dari Tukul


Kembali ke Laptop !

Siapa yang tidak kenal kalimat itu? Mulai dari lulusan S3, buta huruf, CEO, pengangguran, perampok, TNI-Polri, saat ini pasti akrab dengan kalimat dari mulut Tukul itu...Dengan rating fantastis, nyaris setiap episode 4 mata ditonton oleh puluhan juta orang di seluruh Indonesia...


Bagi Tukul, laptop menjadi nafas saat membuat 4 mata menjadi tayangan yang ditunggu puluhan juta orang, mungkin lebih...Laptop bagi Tukul bukan untuk gaya-gayaan.


Tidak mau kalah dengan Tukul, Badan Urusan Rumat Tangga DPR, juga menggalakkan gerakan "Kembali ke Laptop"Maka dihambur lah, uang rakyat Rp 12,1 miliar untuk membeli 550 laptop.Tidak mau kalah dari Tukul, BURT lantas memilih laptop seharga Rp 21 jutaPadahal dengan gaji di atas 30 juta per bulan, membeli laptop bagi anggota dprtentu bukan sesuatu yang memberatkan.Lantas bagaimana dengan anggota 50 % anggota DPR yang gagap teknologi,yang selama ini mengandalkan sekretaris? mau diapakan laptop itu?untuk anak mereka? waduh-waduh, enak benar jadi anak anggota DPR, sudah dapat uang saku besar, mobil dari Bokap, dapat Laptop mahal pula...ck..ck..ck..


Kata Permadi, yang katanya akan mengembalikan laptop, paling-paling laptop nanti akan digunakan oleh 20 % anggota yang terhormat untuk liat situs porno!


Kembali ke Laptop!


Jakarta, 24 Maret 2007

Wednesday, March 21, 2007

Makasih Sayang


Malam sudah larut. Pukul 10 malam.
Pintu dibuka oleh Istriku, lalu Ia kembali tidur
Anak-anak sudah terlelap bersama kelam
menyisakan sepotong tempat untuk Aku mendengkur

Lelah, mengajak mataku cepat terlelap
Mimpi berlalu begitu saja tanpa teringat satupun

Tiba-tiba sentuhan lembut menyeruak mimpi
membuatku terjaga

Sosok itu telah duduk di sampingku
"Selamat Ulang Tahun Abang"
bersamaan sebuah kue Ia berikan

Tapi kenapa? Oh ternyata ada telapak tangan Alevko
di atas kue itu

Terimakasih sayang

(Jatibening, 11 Maret 1978)

Saturday, March 17, 2007

Macet di Kalimalang

(Foto : Yudisthiro/Sindo)
07.15

Menjelang lampu lalu lintas di Pangkalan Jati,
muncul perasaan ragu. Tidak biasanya macet. Beberapa motor dan mobil
memilih untuk belok ke jalan di samping Kalimalang. Tapi entah kenapa
rasanya enggan memilih jalan di samping kali. Akhirnya motorku belok kiri tetap melewati jalan Raya Kalimalang. Dan apa yang terjadi Jalan Raya Kalimalang sangat macet.
Ada apa ini? ada kecelakaan kah? atau pohon tumbang?

08.15

Biasanya jam segini, saya sudah duduk manis di depan komputer. Tapi, ternyata jam segini, saya masih saja berjuang di atas motor, di tengah kemacetan terparah di Jalan Raya Kalimalang, sepanjang sejarah umat manusia.

08.30

Masih di Jalan Raya Kalimalang. Ada apakah di depan sana? Semua lajur telah tertutup oleh motor-motor. Lagi-lagi pengambilalihan hak itu terjadi. Hak pengumudi yang datang dari arah berlawanan dengan aku, diserobot oleh ego pengendara motor, yang mungkin ketinggalan otaknya di rumah. Akibatnya, jalanan yang sudah sangat macet, bertambah macet, ketika ada satu-dua kendaraan datang dari arah berlawanan.

08.40

Ini macet terparah di Kalimalang. Baju yang saya pake, sudah terasa basah oleh keringan. Motor melaju sangat pelan, lebih banyak terdiam, seperti polisi dipertigaan itu, yang nampak tidak bisa berbuat apa-apa lagi mengatasi macet

09.15

Ternyata tidak ada kecelakaan juga pohon tumbang!

09.55

Tiba di kantor. Huuuuh. Belum bekerja, badan rasanya sudah pegal-pegal.

11.30

Buka OkeZone : macet di Kalimalang disebabkan sejumlah ruas jalan terendam banjir. Akibatnya seluruh mobil dan motor beralih ke Kalimalang!

Friday, March 2, 2007

Jumat

Di rakaat terakhir pikiranku semakin bercabang
Hujan turun sangat deras, menciptkan bunyi di atap seng
Usai berdoa, satu persatu jemaah shalat Jumat berdiri
Tapi tak satupun juga nekad meninggalkan masjid
Hujan turun cukup deras

Bersama jemaah lainnya, Akupun duduk-duduk diteras itu
Banyak pekerja bangunan disekitarku. Terlihat dari helm proyek yang mereka bawa.
Pikirku melayang ke sana. Aku kuatir Istriku terkena deman berdarah atau tipus
Ya, Allah hindarkan keluarga kami dari berbagai macam penyakit
Hari ini Ia masih saja demam. Kasian Istriku

Tiba-tiba perasaan jengkel naik hingga ubun-ubun
Bagaimana tidak, di teras masjid ini.
Tanpa perasaan bersalah, satu persatu mulai merokok
Udara yang bersih bercambur bau tanah yang khas saat hujan turun
kini tercemari asap mengandung racun

Hujan kapan berhenti ya...aku muak dengan orang-orang ini